Total Pageviews

Showing posts with label kh abdurrahman wahid. Show all posts
Showing posts with label kh abdurrahman wahid. Show all posts

Friday, October 8, 2021

Ucapan Terima Kasih

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih atas perhatian, doa, serta dukungan lahir batin, dari sanak saudara dan handai tolan yang terlalu banyak untuk kami sebutkan satu per satu, atas berpulang ke rahmatullah

Hj. Siti Zuraida Fatma Arifin
binti
KH Zainul Arifin

(17 September 1934 - 5 Oktober 2021)

di Jakarta dan telah dikebumikan di TPU Jeruk Purut Jakarta, 6 Oktober 2021

Semoga Allah SWT membalas keluhuran budi Bapak/Ibu/Saudara sekalian.

Aamin yra

W assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Keluarga Besar Hj. Siti Zuraida Fatma Arifin (M.Hanafie Radjab)
Keluarga Besar KH Zainul Arifin
Keluarga Besar Radjab



Monday, January 10, 2011

Gus Dur: Zainul Arifin, Tokoh NU dalam Jajaran Militer

Jakarta - Zainul Arifin adalah tokoh NU yang sangat mumpuni dalam menjalin hubungan dengan militer. Beliau memiliki andil besar dalam pola hubungan militer-sipil hingga saat ini.

Demikian dinyatakan Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) seperti dimuat NU Online, Selasa (03/11) ketika dimintai pendapat mengenai kiprah KH Zainul Arifin, beberapa waktu lalu.

Menurut Gus Dur lagi, kyai yang lahir pada 2 September 1909 di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara ini merupakan salah satu tokoh NU yang berada dalam jajaran militer.

“Beliau adalah kawan sekaligus murid dari ayah saya, KH Ahmad Wahid Hasyim. Panglima HIzbullah ini merupakan pelobi ulung yang berperan sangat penting untuk mengimbangi kekuatan PKI di tubuh militer,” terang Gus Dur ketika ditemui di kediamannya.

Lebih lanjut, Gus Dur menjelaskan, ketika Republik sedang dalam ancaman PKI, KH Zainul Arifin berperan sangat penting untuk mengimbangi mengimbangi lobi PKI ke Presiden Soekarno.

“KH Zainul Arifin adalah salah satu tokoh NU dari luar Jawa yang berhasil naik ke pentas politik nasional melalui jalur kelaskaran. Karenanya, Beliau merupakan salah satu tokoh penting NU, terutama yang berasal dari luar jawa,” tandas Gus Dur. (Sumber: NU Online) FH

Gus Dur: Jangan lupakan kiprah KH Zainul Arifin

Berita Utama
Kamis, 26 November 2009

Gus Dur: Jangan lupakan kiprah KH Zainul Arifin

MANTAN Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengingatkan generasi muda, khususnya generasi muda Nahdlatul Ulama (NU), agar tidak melupakan peran dan kiprah (almarhum) KH Zainul Arifin dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Menurut Gus Dur, banyak yang melupakan kiprah KH Zainul Arifin yang merupakan mantan Panglima Laskar Hizbullah. Bahkan, salah satu prestasi terbesar Almarhum yang pernah menjadi Wakil Perdana Menteri Kabinet Ali Sastroamidjojo pun banyak yang tak mengetahuinya.

�Beliau adalah bagian dari Kabinet Ali-Arifin (nama pemerintahan kabinet Ali Sastroamidjojo). (kata) �Arifin� itu yang dimaksud adalah KH Zainul Arifin. Inilah salah satu hal terbesar yang sering dilupakan,� terang Gus Dur dalam sambutannya pada peringatan Mengenang 100 Tahun KH Zainul Arifin di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (25/11) tadi malam.

KH Zainul Arifin, imbuh Gus Dur, juga turut berperan dalam memprakarsai penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat, tahun 1955. Hal itu merupakan rintisan Almarhum yang masih bisa dikenang Bangsa Indonesia sampai sekarang.

Dalam acara yang dirangkai dengan peluncuran buku biografi KH Zainul Arifin berjudul �Berzikir Menyiasati Angin� itu, Gus Dur menjelaskan bahwa KH Zainul Arifin dapat disebut mewakili kelompok Islam�terutama kalangan Islam tradisional�di Indonesia dalam Kabinet Ali Sastro. �Sebab, Ali Sastro adalah penganut kebatinan atau aliran kepercayaan,� katanya.

KH Zainul Arifin, bagi Gus Dur, tidak hanya sebagai tokoh NU yang pernah menjadi Wakil Perdana Menteri, melainkan juga seorang yang memiliki kedalaman ilmu agama. �Beliau ditempa dengan pendidikan agama yang sangat keras (baca: kuat). Beliau juga seorang yang berjuang dari bawah,� jelasnya.

Pendapat senada disampaikan Ketua MPR RI, Taufik Kiemas, sekaligus mewakili keluarga mantan Presiden Soekarno (Bung Karno). Dalam pidato sambutan yang dibacakan Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Saifuddin, Taufik Kiemas mengatakan, nama KH Zainul Arifin memiliki tempat tersendiri di keluarga Bung Karno.

�Kami, atas nama keluarga Bung Karno, tentu tak pernah melupakan perjuangan dan pengorbanan KH Zainul Arifin. Beliau punya tempat tersendiri di keluarga kami,� kata Taufik Kiemas.

Kenangan paling mendalam bagi keluarga Bung Karno, ujar Taufik Kiemas, saat KH Zainul Arifin menjadi korban salah tembak dari upaya pembunuhan terhadap Bung Karno saat menunaikan salat Idul Adha pada 14 Maret 1962.

�Kejadian itu tentu tidak dapat kami (keluarga Bung Karno) lupakan. Kami sangat menghargai dan menghormati pengorbanan Beliau,� ujar Taufik Kiemas.
Peringatan Mengenang 100 Tahun KH Zainul Arifin itu dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Hasyim Muzadi; Ketua DPR RI Marzuki Alie; mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Ryamizard Riyacudu, Pemimpin Umum Harian Duta Masyarakat Choirul Anam, putra dari almarhum KH Zainul Arifin, Jenderal
Purnawirawan Sanif, dan sejumlah tokoh lain.