Total Pageviews

Showing posts with label kabinet Ali 1. Show all posts
Showing posts with label kabinet Ali 1. Show all posts

Thursday, May 12, 2022

TMPN KALIBATA DAN KABINET ALI- ARIFIN

(Ario Helmy) 

Kalau kita melihat bendera merah putih dikibar setengah tiang di pelataran Taman Makam Nasional Kalibata, artinya akan ada atau telah dilaksanakan upacara pemakaman dengan tata cara kenegaraan militer penuh terhadap sosok yang telah berjasa kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk para pahlawan nasional, anggota militer, dan pejabat tinggi negara.

LEBIH DARI 7.000

Pemakaman Taman Pahlawan Nasional yang terletak di wilayah Kalibata, Jakarta Selatan, ini sudah menampung lebih dari 7.000 orang korban militer dan veteran dari Perang Kemerdekaan Indonesia. 

Selain itu, Veteran Tentara Kekaisaran Jepang yang tinggal di Indonesia setelah Perang Dunia II atas kehendak bebas mereka sendiri dan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia juga dikuburkan di sini.

DARI ANCOL

Dulunya, taman makam Palawan berlokasi di Ancol, Jakarta Utara. Dan, memiliki nama Taman Makam Pahlawan Ancol (TMPA).
Kendati demikian, lahan kosong untuk mengubur para pahlawan nasional pun kian langka. Dibawah pemerintah Kabinet Ali Sastroamijoyo 1, dimana KH Zainul Arifin menjabat sebagai waperdam, Bung Karno pun memerintahkan  pembangunan TMP baru yang kini dikenal sebagai TMPN Kalibata.

Pembangunan TMP Kalibata dimulai 1953 yang dilakukan oleh Zeni Angkatan Darat dengan mengandeng arsitek F Silaban. Proses pembangunannya sendiri terbilang singkat, hanya satu tahun dan diresmikan bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 1954 dimasa Kabinet Ali - Arifin masih memerintah, oleh Presiden Soekarno. 

Pada saat diresmikan,  Jenazah pahlawan atau pejuang pertama yang dimakamkan di TMP Kalibata adalah  Agus Salim pada 5 November 1954.


Saturday, July 31, 2021

WAPERDAM KH ZAINUL ARIFIN DAN PRESIDEN SUKARNO IKUT UPACARA INAGURASI MASJID NABAWI

Oleh: Ario Helmy 

Rombongan Tamu Negara dan Haji dari Indonesia, Presiden Sukarno di dampingi Wakil Perdana Menteri KH Zainul Arifin diberi kehormatan oleh Raja Saud di Arab Saudi untuk ikut melakukan upacara inagurasi selesainya pemugaran Masjid Nabawi di Madinah pada akhir Juli 1955.

DIBANGUN NABI

Masjid Nabawi dibangun sendiri oleh Muhammad saw dibantu para sahabat dan kaum Muslimin lainnya setelah Rasullullah hijrah dari Makkah ke Madinah. Lokasi Masjid sangat bersejarah karena di tempat itulah unta tunggangan Nabi menghentikan tempat penjemuran buah kurma milik kakak beradik anak yatim  Sahl dan Suhail bin ‘Amr. Muhammad saw kemudian membelinya untuk keperluan pembangunan Masjid dan tempat tinggal. 

Masjid Nabawi pada awalnya hanya berukuran sekira 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekira 3,5 m. Dindingnya dari campuran batu bata Dan tanah, sementara atapnya dari daun kurma serta berpenopang tiang. Sebagian stop dibiar terbuka. Dalam sembilan tahun pertama, penerangan masjid berasal dari jerami yang dibakar. 

TERUS DIPUGAR

Dari sejak zaman Nabi hingga masa modern, Masjid Nabawi terus mengalami pemugaran. Adapun pemugaran besar-besaran terjadi di masa pemerintahan Raja Saud, dimulai pada tahun 1952 dan diresmikan penyelesaiannya pada 1955 seturut datangnya rombongan tamu Negara dari Indonesia dipimpin Presiden Sukarno. 

Di zaman Nabi, dua orang sahabat, Umar dan Usman pernah melakukan pemugaran Masjid. Kemudian beberapa kali pula Masjid dihias dan diperluas sebelum berdirinya Kerajaan Bani Saud, Arab Saudi yang kini memerintah dan menjaga kedua Masjid di Haram dan Nabawi itu. 

Di masa pemerintahan Raja Saud itulah, pemugaran Masjid Nabawi secara besar-besaran dilakukan. Luas nya dikembangkan hingga 16.327 m2 dari sebelumnya 10.303 m2. Perluasan hingga 58.5%. Juga ditambahkan 4 menara baru. Biaya pengembangan seluruhnya mencapai angka sedikitnya 50 juta Riyal. 

Dalam biografinya, mantan Menteri agama KH Masykur (Ditulis oleh Soebagyo I.N.) menceritakan bagaimana pentingnya upacara inagurasi Masjid Nabawi itu, hingga menimbulkan keharuan men dalam bagi Presiden Sukarno, Waperdam KH Zainul Arifin dan seluruhnya anggota rombongan lainnya. Bagi pemerintah Indonesia, negara yang penduduk muslimnya terbanyak di dunia ini, penghormatan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi itu benar-benar tak terlupakan.perjalanannya. Sebelumnya tempat itu merupakan area