Total Pageviews

Showing posts with label kh masykur. Show all posts
Showing posts with label kh masykur. Show all posts

Saturday, November 20, 2021

KH Zainul Arifin, KH Saifuddin Zuhri, KH Masykur

#khzainularifin #khmasykur #nahdlatuloelama #nahdlatul_ulama #panglimasantri #panglimasantriikhlasmembangunnegeri #nuonline #nuonline_id

Wednesday, November 10, 2021

Kilas Balik Hari Pahlawan Nasional 2019

Kilas Balik 
Pengangkatan KH Masykur Sebagai Pahlawan Nasional

Ario Helmy

Bagi keluarga besar Pahlawan Kemerdekaan Nasional KH Zainul Arifin, pencalonan mitra pejuang dakwah, militer dan politik KH Masykur sebagai Pahlawan Nasional merupakan kabar yang sudah lama dinanti-nantikan. Kiai Masykur bahu membahu dengan Zainul Arifin berjuang lewat laskar santri Hizbullah di mana Arifin merupakan panglimanya dan laskar Kiai Sabilillah di bawah komando Kiai Masykur. Di bidang politik kedua kiai berbagi tugas dengan Kiai Masykur di lembaga eksekutif sebagai Menteri Agama dan Zainul di legislatif bermula sebagai anggota Badan Pekerja KNIP hingga menjadi Ketua DPRGR menjelang akhir hayat.  

LATIHAN PERANG TANAH LIAT

Zainul Arifin dan Kiai Masykur adalah lulusan pelatihan semi militer Hizbullah angkatan pertama di Cibarusah yang berlangsung tiga bulan lamanya awal tahun 1945 diikuti sekira 500 tokoh pemuda santri. Latihannya berdisiplin tinggi dan sangat berat. Yang diulang-ulang ialah latihan perang-perangan dengan senjata dari kayu. Selain itu juga dilatihkan teknik perang gerilya dan pembuatan bom molotov. Dilangsungkan di daerah bertanah liat pelbagai kesulitan medan dan penyakit malah menguatkan fisik dan mental baja para pesertanya. Dibekali semangat Bushido ala Jepang, rasa cinta tanah air dan semangat bela negara menggelora di antara para peserta. Selesai pelatihan angkatan pertama, Zainul Arifin dan Masykur berpisah karena berbagi tugas. Kiai Masykur dan Wahid Hasyim menjadi anggota BPUPKI guna mempersiapkan Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sedangkan Zainul Arifin selaku Panglima Hizbullah bertugas mengomandani pelatihan spiritual di Mesjid Kauman, Malang. 

Pasukan Santri Hizbullah digembleng kedisiplinan spiritual langsung di bawah Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari, Wahab Chasbullah dan kiai-kiai sepuh lainnya. Sementara di BPUPKI persiapannya apabila pemindahan kekuasaan berlangsung damai, pelatihan spiritual Hizbullah di Malang siaga mengantisipasi jika peperangan harus berlangsung demi merebut kemerdekaan yang sudah di depan mata. Begitu tekun dan disiplin pasukan Hizbullah bertekad bulat menyiapkan diri untuk berjihad, sampai-sampai para pesertanya tidak menyadari kalau Proklamasi Kemerdekaan sudah dikumandangkan Sukarno.

Saturday, July 31, 2021

WAPERDAM KH ZAINUL ARIFIN DAN PRESIDEN SUKARNO IKUT UPACARA INAGURASI MASJID NABAWI

Oleh: Ario Helmy 

Rombongan Tamu Negara dan Haji dari Indonesia, Presiden Sukarno di dampingi Wakil Perdana Menteri KH Zainul Arifin diberi kehormatan oleh Raja Saud di Arab Saudi untuk ikut melakukan upacara inagurasi selesainya pemugaran Masjid Nabawi di Madinah pada akhir Juli 1955.

DIBANGUN NABI

Masjid Nabawi dibangun sendiri oleh Muhammad saw dibantu para sahabat dan kaum Muslimin lainnya setelah Rasullullah hijrah dari Makkah ke Madinah. Lokasi Masjid sangat bersejarah karena di tempat itulah unta tunggangan Nabi menghentikan tempat penjemuran buah kurma milik kakak beradik anak yatim  Sahl dan Suhail bin ‘Amr. Muhammad saw kemudian membelinya untuk keperluan pembangunan Masjid dan tempat tinggal. 

Masjid Nabawi pada awalnya hanya berukuran sekira 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekira 3,5 m. Dindingnya dari campuran batu bata Dan tanah, sementara atapnya dari daun kurma serta berpenopang tiang. Sebagian stop dibiar terbuka. Dalam sembilan tahun pertama, penerangan masjid berasal dari jerami yang dibakar. 

TERUS DIPUGAR

Dari sejak zaman Nabi hingga masa modern, Masjid Nabawi terus mengalami pemugaran. Adapun pemugaran besar-besaran terjadi di masa pemerintahan Raja Saud, dimulai pada tahun 1952 dan diresmikan penyelesaiannya pada 1955 seturut datangnya rombongan tamu Negara dari Indonesia dipimpin Presiden Sukarno. 

Di zaman Nabi, dua orang sahabat, Umar dan Usman pernah melakukan pemugaran Masjid. Kemudian beberapa kali pula Masjid dihias dan diperluas sebelum berdirinya Kerajaan Bani Saud, Arab Saudi yang kini memerintah dan menjaga kedua Masjid di Haram dan Nabawi itu. 

Di masa pemerintahan Raja Saud itulah, pemugaran Masjid Nabawi secara besar-besaran dilakukan. Luas nya dikembangkan hingga 16.327 m2 dari sebelumnya 10.303 m2. Perluasan hingga 58.5%. Juga ditambahkan 4 menara baru. Biaya pengembangan seluruhnya mencapai angka sedikitnya 50 juta Riyal. 

Dalam biografinya, mantan Menteri agama KH Masykur (Ditulis oleh Soebagyo I.N.) menceritakan bagaimana pentingnya upacara inagurasi Masjid Nabawi itu, hingga menimbulkan keharuan men dalam bagi Presiden Sukarno, Waperdam KH Zainul Arifin dan seluruhnya anggota rombongan lainnya. Bagi pemerintah Indonesia, negara yang penduduk muslimnya terbanyak di dunia ini, penghormatan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi itu benar-benar tak terlupakan.perjalanannya. Sebelumnya tempat itu merupakan area